{"id":1307,"date":"2021-11-30T11:33:06","date_gmt":"2021-11-30T04:33:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.re-search.id\/?p=1307"},"modified":"2022-02-09T11:41:03","modified_gmt":"2022-02-09T04:41:03","slug":"usaha-untuk-berdikari-ala-icw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/re-search.id\/en\/usaha-untuk-berdikari-ala-icw\/","title":{"rendered":"Usaha Untuk Berdikari Ala ICW"},"content":{"rendered":"<p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"38d7\">Alternatif sumber pendanaan ada banyak jenisnya dan setiap organisasi tentu memiliki cara memilihnya sendiri. Meski dihadapkan dengan kebebasan tersebut, kita juga tidak bisa menutup mata dari alternatif yang jelas membantu kebutuhan finansial kita. Sayangnya, terkadang alternatif tersebut mendorong kita untuk berkompromi dengan beberapa hal, tak terkecuali nilai.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"d54a\">Oleh sebab itu, dalam artikel ini Pak Adnan, Koordinator Indonesia Corruption Watch, membagikan pengalaman organisasi <em class=\"jg\">watchdog <\/em>ini dalam menyeimbangkan nilai, sumber daya organisasi, dan sumber pendanaan.<\/p><h2 class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt wp-block-heading\" id=\"ef00\"><strong class=\"ig fx\">Lika Liku <em class=\"jg\">Public Fundraising<\/em><\/strong><\/h2><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"04bc\">Sebagai organisasi yang<span id=\"rmm\"> <\/span>sudah bergerak selama 23 tahun, ICW mengawali gerakan mereka dengan beragam dana hibah. Pada awal berkegiatan, ICW mayoritas bertumpu pada pemanfaatan sumber dana yang didapatkan dari dana hibah maupun donor Internasional. Tetapi, ICW menyadari bahwa bergantung kepada donor seratus persen, membuat organisasi tidak dapat memperlebar gerak dan inovasi. Oleh karena itu, di tahun 2005 ICW mulai menjajaki dunia<em class=\"jg\"> public<\/em> <em class=\"jg\">fundraising.<\/em><\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"2deb\">Berkaca dari Dompet Dhuafa dan Greenpeace dengan massa yang besar, ICW mencoba pendekatan <em class=\"jg\">canvassing<\/em> selama kurang lebih tujuh tahun. <em class=\"jg\">Canvassing<\/em> sendiri merupakan kontak langsung antara anggota organisasi dengan individu untuk mencapai tujuan organisasi, seperti: mencari dukungan, meningkatkan kesadaran, atau dalam pengalaman ICW <em class=\"jg\">fundraising<\/em>. Canvassing dapat dilakukan lewat berbagai cara, antara lain: <em class=\"jg\">door-to-door<\/em>, menelpon, hingga membuka <em class=\"jg\">booth<\/em>. Sayangnya, keterbatasan sumber daya manusia dan hasil yang tidak sebanding dengan upaya membuat mereka terpaksa meninggalkan hal ini.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"14ff\">ICW kemudian menggeser sasaran mereka ke orang-orang yang dekat dan sadar akan isu korupsi. Mereka mengumpulkan <em class=\"jg\">supporter<\/em> dari jejaring yang telah mereka bangun. Dari audiens yang <em class=\"jg\">targeted<\/em> dan paham isu korupsi, ICW mengembangkan sumber pendanaan. Tentunya, proses ini disertai dengan tata kelola berupa pelaporan pengelolaan dana secara transparan yang rutin dikirim kepada donatur serta <em class=\"jg\">gathering<\/em> dengan donatur.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt has-background has-small-font-size\" id=\"893d\" style=\"background-color:#f0f3f5\"><em>Tips: memperhitungkan komponen-komponen struktural seperti: sumberdaya dan jejaring dalam menentukan bentuk fundraising<\/em><\/p><div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A-1024x558.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1310\" width=\"626\" height=\"341\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A-1024x558.jpeg 1024w, https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A-300x164.jpeg 300w, https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A-768x419.jpeg 768w, https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A-1536x837.jpeg 1536w, https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/740FB551-FD58-4EF3-A6FF-D56075B99A6A.jpeg 2029w\" sizes=\"auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px\" \/><\/figure><\/div><h2 class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt wp-block-heading\" id=\"efbd\"><strong class=\"ig fx\">Fundraising 2.0: dari Offline ke Online<\/strong><\/h2><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"60b6\">Awalnya mereka mengotak orang-orang yang mereka yakin mampu tertarik dengan organisasi ini. Selanjutnya, dari jejaring tersebut mereka meminta rekomendasi orang-orang lain yang yakin dengan gerakan mereka.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"c9a7\">Meski susah, ICW menyadari potensi dari <em class=\"jg\">public fundraising <\/em>sebagai satu kanal pendanaan utama. Melihat hal ini, akhirnya mereka membangun website <em class=\"jg\">fundraising <\/em>berbasis proyek yang bertajuk Sahabat ICW. Dalam <em class=\"jg\">website <\/em>tersebut pemberi dana dapat menelusuri penggunaan uang mereka berdasarkan proyek yang mereka pilih. Beberapa proyek yang ditawarkan yaitu proyek sekolah antikorupsi (SAKTI) &amp; Kelas Integritas.<\/p><h2 class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt wp-block-heading\" id=\"a5ef\"><strong class=\"ig fx\">Investasi dan Pendirian Badan Usaha<\/strong><\/h2><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"fd9f\">Hasil audit ICW menunjukkan adanya <em class=\"jg\">idle<\/em> <em class=\"jg\">fund<\/em> dari hasil penggalangan dana dan <em class=\"jg\">grants.<\/em> Pak Adnan menjelaskan bahwa dalam diskusi mereka bersama dengan beberapa pihak, mereka menemukan bahwa investasi yang dilakukan sebaiknya <em class=\"jg\">no risk<\/em> dan bebas dari konflik kepentingan, sehingga ketika tidak ada imbal hasil, dana pokok tetap kembali ke ICW. Keputusan mereka jatuh kepada obligasi negara dan investasi beberapa koperasi besar.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"880f\">Selain itu, ICW sempat melakukan inovasi untuk mendapatkan sumber pendapatan melalui pelaksanaan kelas pelatihan seputar isu tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas. Namun, muncul isu konflik kepentingan dengan peran <em class=\"jg\">watchdog<\/em> ICW yang menempatkan nilai transparansi sebagai nilai utama. Oleh sebab itu, selanjutnya didirikan suatu badan usaha terpisah untuk mengelola kebutuhan pelatihan, riset, dan media, yakni <strong class=\"ig fx\">Visi Integritas<\/strong>. Mengambil bentuk Perseroan Terbatas, hasil deviden yang mereka peroleh selanjutnya digunakan untuk mendukung operasional organisasi.<\/p><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt has-background has-small-font-size\" id=\"dc50\" style=\"background-color:#f0f3f5\"><em>Tips: hasil audit finansial dapat digunakan sebagai petunjuk untuk menemukan potensi-potensi alternatif pendanaan di luar fundraising<\/em><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\"><strong class=\"ig fx\">Tetap Bekerja Sama Dengan Donor<\/strong><\/h2><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"9b6f\">Pak Adnan mengakui tren dan eksistensi donor tidak akan bisa lepas dari skema pendanaan ICW. Untuk itu, ICW melihat donor sebagai mitra pendukung dalam meningkatkan isu anti korupsi. \u201cSumber pendanaan tradisional tidak akan hilang, tapi bisa dikombinasikan dengan sumber pendanaan alternatif,\u201d sebut Pak Adnan. Hal ini terlihat dari program SAKTI yang dapat terus berjalan tanpa donor karena dukungan dana yang terkumpul dari <em class=\"jg\">fundraising<\/em>.<\/p><blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>\u201cSumber pendanaan tradisional tidak akan hilang, tapi bisa dikombinasikan dengan sumber pendanaan alternatif.\u201d<\/p><\/blockquote><p class=\"ie if fw ig b gw abm ih ii gz abn ij ik il abo im in io abp ip iq ir abq is it iv dn gt\" id=\"8cd5\">Meskipun saat ini ICW sudah menjadi organisasi yang terkemuka dalam isu antikorupsi, namun keinginan mereka untuk terus menjajal berbagai bentuk sumber pendanaan menjadi hal yang baik untuk mendukung keberlanjutan organisasi tersebut. Di sisi lain, legitimasi dan peningkatan kepercayaan publik juga menjadi pendorong ICW untuk terus bergerak menjadi semakin independen.<\/p><hr class=\"wp-block-separator\"\/><p class=\"ie if fw ig b gw jh ih ii gz ji ij ik il jj im in io jk ip iq ir jl is it iv dn gt\" id=\"5d50\">Catatan:<br><em class=\"jg\">Pak Adnan Topan Husodo merupakan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW). Terima kasih kepada Pak Adnan untuk kesediaannya dalam berbagi bersama Re.Search dalam artikel berikut.<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alternatif sumber pendanaan ada banyak jenisnya dan setiap organisasi tentu memiliki cara memilihnya sendiri. Meski dihadapkan dengan kebebasan tersebut, kita juga tidak bisa menutup mata dari alternatif yang jelas membantu kebutuhan finansial kita. Sayangnya, terkadang alternatif tersebut mendorong kita untuk berkompromi dengan beberapa hal, tak terkecuali nilai. Oleh sebab itu, dalam artikel ini Pak Adnan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":1308,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1307","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"acf":[],"cc_featured_image_caption":{"caption_text":"Foto diskusi penguatan internal organisasi ICW","source_text":"Website ICW","source_url":"https:\/\/antikorupsi.org\/id\/article\/penguatan-internal-organisasi"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1307"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1307\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}