{"id":2306,"date":"2023-03-01T11:30:50","date_gmt":"2023-03-01T04:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.re-search.id\/?p=2306"},"modified":"2023-03-01T11:30:53","modified_gmt":"2023-03-01T04:30:53","slug":"tetap-setara-walaupun-tidak-sama-bersama-ibu-zumrotin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/re-search.id\/en\/tetap-setara-walaupun-tidak-sama-bersama-ibu-zumrotin\/","title":{"rendered":"Tetap Setara Walaupun Tidak Sama Bersama Ibu\u00a0Zumrotin"},"content":{"rendered":"<p>Isu kesetaraan gender merupakan isu yang beririsan dengan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Isu ini tidak menganaktirikan siapapun, justru melekat dan tumbuh dengan seluruh anggota masyarakat. Dalam dunia organisasi nirlaba, isu ini berjalan beriringan dengan isu utama yang menjadi perhatian organisasi. Isu kesetaraan gender hidup dalam struktur organisasi dan program-program yang mereka bawakan.<\/p><p>Melihat kepentingan isu kesetaraan gender dalam OMS, Re.Search tertarik mengulik perjalanan isu tersebut di Indonesia dan upaya-upaya yang dapat dilakukan organisasi untuk menyelesaikannya, bersama Ibu Zumrotin K. Susilo, Direktur Remdec Swaprakarsa.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perjuangan Sepanjang Masa<\/strong><\/h2><p>Setiap generasi merasakan masalahnya sendiri, inilah yang ditekankan oleh Bu Zumrotin. Ia menjelaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah masalah yang statis. Apa yang bisa dicapai saat ini tentu menjadi kepuasan bagi generasi sebelumnya. Namun, melihat masyarakat yang berubah, tentu tantangannya juga berubah.<\/p><blockquote class=\"wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><strong>Kalau kita ngomong kesetaraan gender, kita harus tahu kita bicara dari titik&nbsp;mana.<\/strong><\/p><cite>Zumrotin K. Susilo, Direktur Remdec Swaprakarsa.<\/cite><\/blockquote><p>Ia mengatakan bahwa para perempuan di tahun 70-an akan bangga melihat banyaknya pemimpin-pemimpin perempuan yang berhasil menahkodai organisasi mereka. Hal ini dikarenakan di saat itu perempuan hanya bisa hadir ketika suami mereka sudah berangkat kerja dan harus pulang sebelum suami mereka tiba di rumah. Saat ini OMS tidak membedakan jam kerja berdasarkan gender, tentu ini merupakan keberhasilan bagi pegiat kesetaraan gender.<\/p><p>Walaupun begitu pekerjaan rumah masih belum tuntas. Saat ini masih ada organisasi yang belum memberikan kepercayaan pada staf perempuan karena takut pernikahan akan membatasi mereka. Mitos mengenai kesulitan perempuan mendapat ijin dari suami atau kapabilitas yang rendah masih beredar di beberapa organisasi nirlaba. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi generasi saat ini untuk menuntaskannya.<\/p><p><\/p><div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"360\" height=\"240\" src=\"https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/1_e4hny2ve-_av00fkuzgrda.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2307\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/1_e4hny2ve-_av00fkuzgrda.jpeg 360w, https:\/\/re-search.id\/wp-content\/uploads\/2023\/03\/1_e4hny2ve-_av00fkuzgrda-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 360px) 100vw, 360px\" \/><figcaption>Ibu Zumrotin dalam kegiatan bincang media bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (sumber foto: <a href=\"https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/1282986\/pendidikan-kesehatan-reproduksi-dinilai-mutlak-cegah-perkawinan-anak\" rel=\"noreferrer noopener\" target=\"_blank\">Antara News<\/a>)<\/figcaption><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesetaraan dan OMS<\/strong><\/h2><p>Dalam amatan Bu Zum (panggilan akrab Ibu Zumrotin), saat ini OMS bukan hanya wadah perjuangan tapi juga profesi. Hal ini membuat karya setiap anggota OMS menjadi berarti bagi kehidupan berkarirnya, tidak terkecuali perempuan. Kita bisa melihat ini dalam berbagai aktivitas dan gerakan yang diinisiasi dengan campur tangan perempuan di dalamnya. Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, bentuk kerja sama antar berbagai gender ini menjadi bukti bahwa kesetaraan mampu melahirkan dampak bagi OMS dan masyarakat.<\/p><p>Sayangnya di OMS sendiri masih ditemui budaya segan: perempuan ragu mengambil jabatan penting dan melimpahkannya ke laki-laki. Budaya ini justru menutup pintu-pintu potensi yang mendorong tumbuhnya organisasi. Salah satu potensi tersebut adalah kemampuan pengelolaan finansial. Pengelolaan anggaran yang lazim dilakukan oleh perempuan hingga saat ini dapat menjadi aset bagi organisasi, meskipun kemampuan ini tentu juga bisa ditemukan di laki-laki.<\/p><blockquote class=\"wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>\"Saat saya melakukan restrukturisasi, ini (pengurus) boleh menentukan dirinya (ingin mengambil posisi apa). Perempuan <em>nggak<\/em> mau ambil (posisi) di atas, selalu di bawah. Padahal kapasitasnya tinggi.\"<\/p><cite>Zumrotin K. Susilo, Direktur Remdec Swaprakarsa.<\/cite><\/blockquote><p>Untuk mencegah hilangnya potensi tersebut, ada beberapa kiat yang diberikan Bu Zum. Pengalamannya menunjukkan bahwa lingkungan yang suportif mendukung perempuan untuk berani maju. Semangat dan dukungan dari orang-orang terdekat memunculkan keberanian bagi perempuan untuk mengambil langkah yang beresiko. Selain itu, perlu juga SOP dan aturan-aturan yang non-diskriminatif untuk ditekankan dalam tubuh organisasi. Semua gender perlu dilibatkan untuk bisa menyelesaikan isu kesetaraan gender. Kita juga perlu mengikutsertakan laki-laki untuk mampu melihat kepentingan isu ini dalam organisasi.<\/p><blockquote class=\"wp-block-quote is-style-large is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>\"Dalam organisasi harus ada orang yang punya visi memajukan perempuan.\"<\/p><cite>Zumrotin K. Susilo, Direktur Remdec Swaprakarsa.<\/cite><\/blockquote><p>Catatan:<\/p><p>Ibu Zumrotin K. Susilo<em> merupakan <\/em>Direktur Remdec Swaprakarsa. <em>Terima kasih kepada <\/em>Ibu Zumrotin<em> kesediaannya dalam berbagi bersama Re.Search dalam artikel berikut.<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isu kesetaraan gender merupakan isu yang beririsan dengan berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. Isu ini tidak menganaktirikan siapapun, justru melekat dan tumbuh dengan seluruh anggota masyarakat. Dalam dunia organisasi nirlaba, isu ini berjalan beriringan dengan isu utama yang menjadi perhatian organisasi. Isu kesetaraan gender hidup dalam struktur organisasi dan program-program yang mereka bawakan. Melihat kepentingan isu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":2309,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2306","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"acf":[],"cc_featured_image_caption":{"caption_text":"","source_text":"","source_url":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2306","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2306"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2306\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2306"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2306"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2306"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}