{"id":9851,"date":"2025-07-21T09:02:58","date_gmt":"2025-07-21T02:02:58","guid":{"rendered":"https:\/\/re-search.id\/?p=9851"},"modified":"2025-07-21T09:03:00","modified_gmt":"2025-07-21T02:03:00","slug":"launch-buku-oms-berbisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/re-search.id\/en\/launch-buku-oms-berbisnis\/","title":{"rendered":"Re.Search Luncurkan Buku OMS Berbisnis untuk Dorong Kemandirian Organisasi"},"content":{"rendered":"<p>Bayangkan Anda memimpin sebuah organisasi yang selama bertahun-tahun berjuang untuk memberi dampak sosial. Semua program berjalan berkat bantuan dana hibah dan donor. Lalu, tiba-tiba, sumber pendanaan itu berkurang. Apa yang Anda lakukan?<\/p><p>Inilah kenyataan yang kini dihadapi banyak <strong>Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)<\/strong> di Indonesia. Tren penurunan pendanaan eksternal memaksa mereka untuk memikirkan cara-cara baru agar tetap bisa menjalankan misi sosial. Dari kegelisahan ini, sebuah gagasan pun lahir: bagaimana jika OMS bisa mandiri melalui jalur kewirausahaan?<\/p><p>Jawaban itu hadir dalam bentuk sebuah buku.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sebuah Buku untuk Sebuah Perubahan<\/strong><\/h3><p>Di Learning Atelier, Jakarta Selatan, Selasa (29\/4\/2025), <strong>Re.Search<\/strong>\u2014inisiatif yang berada di bawah naungan <strong>Platform Usaha Sosial (PLUS)<\/strong>\u2014resmi meluncurkan buku berjudul <em>OMS Berbisnis<\/em>. Buku karya <strong>Dewi Hutabarat<\/strong> ini ditujukan untuk membantu OMS yang ingin membangun unit bisnis sebagai sumber pendanaan alternatif.<\/p><p>\u201c<strong>Saya ingin buku ini menjadi pengingat bahwa OMS punya kekuatan untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdampak melalui cara-cara yang mandiri. Salah satunya dengan membangun unit bisnis,<\/strong>\u201d ujar Dewi, pakar pengembangan ekonomi rakyat, dalam peluncuran buku tersebut.<\/p><p>Acara peluncuran tidak sekadar seremoni. Format talkshow dan bedah buku membuat suasana lebih hangat. Peserta tak hanya mendengar, tetapi juga berdialog dengan praktisi yang sudah merasakan jatuh bangun membangun usaha sosial.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Bedah Buku: Belajar dari Praktisi<\/strong><\/h3><p>Dalam sesi diskusi, Dewi berbincang bersama <strong>Ade Irawan<\/strong> (Direktur Visi Integritas) dan <strong>Lodan Doe Bernadete Deram<\/strong> (Pengurus dan Perintis PEKKA). Mereka berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun usaha sosial di lingkungan OMS.<\/p><p>Beberapa poin penting yang mengemuka:<\/p><ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Strategi Awal<\/strong>: OMS harus mengenali kekuatan internal dan memulai dari hal yang sesuai dengan kapasitas mereka.<\/li>\n\n<li><strong>Tantangan di Lapangan<\/strong>: Modal dan SDM sering menjadi hambatan, tetapi bisa diatasi dengan kolaborasi.<\/li>\n\n<li><strong>Menjaga Misi Sosial<\/strong>: Bisnis bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk memperkuat dampak sosial.<\/li><\/ul><p>Diskusi ini menegaskan satu hal: kemandirian finansial bukan sekadar mimpi. Dengan pendekatan yang tepat, OMS bisa mencapainya tanpa kehilangan identitas sosialnya.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mengapa Buku Ini Penting?<\/strong><\/h3><p><em>OMS Berbisnis<\/em> hadir di tengah kondisi yang menantang. Banyak OMS selama ini terlalu mengandalkan pendanaan donor yang sifatnya jangka pendek. Ketika arus dana berkurang, program terancam berhenti, bahkan organisasi bisa tutup.<\/p><p>Buku ini menawarkan panduan praktis, mulai dari memahami konsep usaha sosial, merancang model bisnis, hingga mengelola tantangan agar tetap selaras dengan misi organisasi. Dengan bahasa yang sederhana dan dilengkapi contoh nyata, buku ini dirancang agar bisa langsung diaplikasikan.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tentang Re.Search dan PLUS<\/strong><\/h3><p>Sejak berdiri pada 2017, <strong>Platform Usaha Sosial (PLUS)<\/strong> telah menjadi enabler bagi lebih dari <strong>500 pelaku usaha sosial<\/strong> di Indonesia. Melalui Re.Search, PLUS menghadirkan ruang belajar dan kolaborasi untuk mendorong <strong>inovasi dan kemandirian finansial OMS<\/strong>.<\/p><p>Peluncuran buku <em>OMS Berbisnis<\/em> adalah bagian dari komitmen itu. \u201cKami percaya OMS bisa menjadi lebih kuat ketika punya sumber daya yang berkelanjutan. Buku ini adalah langkah awal,\u201d ujar tim Re.Search.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Unduh Gratis Buku <em>OMS Berbisnis<\/em><\/strong><\/h3><p>Bagi OMS yang ingin memulai langkah menuju kemandirian, buku ini tersedia <strong>gratis<\/strong> di situs <a class=\"\" href=\"https:\/\/www.re-search.id\">www.re-search.id<\/a>. Siapa pun yang ingin belajar membangun unit usaha dapat mengunduhnya dan menjadikannya referensi praktis.<\/p><p>Karena pada akhirnya, keberlanjutan bukan lagi pilihan\u2014ia adalah syarat agar misi sosial tetap hidup.<\/p><hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/><p>\u2705 <strong>Unduh Buku OMS Berbisnis<\/strong> di <a class=\"\" href=\"https:\/\/www.re-search.id\">www.re-search.id<\/a><br>\u2705 Dapatkan panduan membangun usaha sosial untuk OMS<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan Anda memimpin sebuah organisasi yang selama bertahun-tahun berjuang untuk memberi dampak sosial. Semua program berjalan berkat bantuan dana hibah dan donor. Lalu, tiba-tiba, sumber pendanaan itu berkurang. Apa yang Anda lakukan? Inilah kenyataan yang kini dihadapi banyak Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di Indonesia. Tren penurunan pendanaan eksternal memaksa mereka untuk memikirkan cara-cara baru agar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":9852,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[280],"tags":[],"class_list":["post-9851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengembangan-bisnis"],"acf":[],"cc_featured_image_caption":{"caption_text":"","source_text":"","source_url":""},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/re-search.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}